"K" itu "Kamu"
Rasanya, belum ada genap setahun aku mengenalmu. Rasanya, masih baru beberapa hari. Rasanya, rasanya, rasanya.
Masih juga kuragukan semuanya. Antara kamu dan aku, antara kita dan mereka.
Bukan karena tidak ada kesan denganmu. Tapi aku hanya tak mau mengulang mimpi burukku. Mimpi buruk yang berawal dari adanya dia di antara kita.
Dia yang mencoba merebutmu dariku. Dia yang keukeuh ingin mendapatkanmu. Dia juga yang melukaiku.
Lalu, perasaan takut itu muncul. Aku mulai gelisah bila kamu belakangan ini sering menghabiskan waktumu bersamanya. Aku mulai sedih saat kamu menghilang dari radarku, dari jangkauanku. Aku tidak mau kehilanganmu. Bahkan untuk sesaat pun.
Lama-kelamaan, kamu mulai labil. Sebentar ada, lalu pergi. Begitu yang kamu lakukan terhadapku.
Masih mungkinkah kamu untukku?
Bisakah kita kembali dan berlangsung bersama?
Bila nanti kamu tidak bisa menyelesaikan masalahmu, apapun itu, dan mungkin bahkan kamu pun sudah lupa akan aku, berjalanlah tanpa harus kamu tentukan arahmu. Percayalah padaku, kamu akan sadar, di tiap jalanmu itu, akan kamu temui ukiran satu huruf yang sama.
Dan jika di akhir jalanmu, kamu temukan akulah yang menuliskannya, jangan langsung kamu mengira itu adalah nama.
Tapi huruf itu, "K" itu, adalah untuk "Kamu".
Comments
Post a Comment