LOVE
Satu hal yang aku ingin ketahui,
Satu hal yang aku ingin mengerti,
Satu hal yang membuatku merasa gugup,
Kenapa rasa penyesalan selalu ada setelah kita melakukan kesalahan? Rasa penyesalan yang aku alami bukan sekedar biasa. Memang, penyesalan itu tentang cinta. Sebuah kata yang bisa membuat orang bahagia sekaligus sedih. Hal ini udah sering aku ceritain sama teman-temanku. Tentang orang-orang yang dengan berbangga hati mempermainkan aku. Dramatis? Tapi realita. Tentang orang yang dulunya waktu kelas 1 SD mengaku pacarku, lalu pergi dua bulan kemudian; di kelas 3 SD terulang lagi; dan di kelas VI SD sewaktu ada seseorang yang mengajariku the basic of love tapi kita harus berpisah bahkan nggak sempat untuk jadian. Lalu di kelas VIII SMP, sahabatku yang juga pdkt sama aku tapi dia nggak berani untuk "bilang" sama aku. Sampai gebetanku yang terebut sama sahabatku sendiri. Sekarang aku nggak pernah mau membuka hati unutk siapapun.
Semuanya terasa sunyi dan nggak berubah. Sampai akhirnya, di awal tahun ini, seorang sahabat cowok menaruh perhatian lebih untukku. Awalnya aku begitu senang mendengar "kata-kata manisnya". Lalu kita jadian di sore hari. SMS-an juga, tapi hanya malam hari. Ternyata suatu hal terjadi. Esoknya kami terpaksa putus. Akhirnya kami kembali menjadi best friend. Tapi rasa menyesal karena berkata "ya" membekaskan luka di lubuk hatiku. Aku tahu masalahnya. Aku tahu dengan jelas.
Tapi apa yang aku dapat hanyalah kata BREAK UP.
Mungkin memang hidup ini masih jauh. Tapi satu hal yang ingin aku ingat terus, dia adalah tetap sahabatku untuk selamanya. :)
Satu hal yang aku ingin mengerti,
Satu hal yang membuatku merasa gugup,
Kenapa rasa penyesalan selalu ada setelah kita melakukan kesalahan? Rasa penyesalan yang aku alami bukan sekedar biasa. Memang, penyesalan itu tentang cinta. Sebuah kata yang bisa membuat orang bahagia sekaligus sedih. Hal ini udah sering aku ceritain sama teman-temanku. Tentang orang-orang yang dengan berbangga hati mempermainkan aku. Dramatis? Tapi realita. Tentang orang yang dulunya waktu kelas 1 SD mengaku pacarku, lalu pergi dua bulan kemudian; di kelas 3 SD terulang lagi; dan di kelas VI SD sewaktu ada seseorang yang mengajariku the basic of love tapi kita harus berpisah bahkan nggak sempat untuk jadian. Lalu di kelas VIII SMP, sahabatku yang juga pdkt sama aku tapi dia nggak berani untuk "bilang" sama aku. Sampai gebetanku yang terebut sama sahabatku sendiri. Sekarang aku nggak pernah mau membuka hati unutk siapapun.
Semuanya terasa sunyi dan nggak berubah. Sampai akhirnya, di awal tahun ini, seorang sahabat cowok menaruh perhatian lebih untukku. Awalnya aku begitu senang mendengar "kata-kata manisnya". Lalu kita jadian di sore hari. SMS-an juga, tapi hanya malam hari. Ternyata suatu hal terjadi. Esoknya kami terpaksa putus. Akhirnya kami kembali menjadi best friend. Tapi rasa menyesal karena berkata "ya" membekaskan luka di lubuk hatiku. Aku tahu masalahnya. Aku tahu dengan jelas.
Tapi apa yang aku dapat hanyalah kata BREAK UP.
Mungkin memang hidup ini masih jauh. Tapi satu hal yang ingin aku ingat terus, dia adalah tetap sahabatku untuk selamanya. :)
Comments
Post a Comment